<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>"Berita Islam Sedunia"</title>
	<atom:link href="http://duniaislamonline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniaislamonline.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jun 2008 15:06:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniaislamonline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>"Berita Islam Sedunia"</title>
		<link>http://duniaislamonline.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniaislamonline.wordpress.com/osd.xml" title="&#34;Berita Islam Sedunia&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniaislamonline.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Golput dan Krisis Demokrasi</title>
		<link>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/19/golput-dan-krisis-demokrasi/</link>
		<comments>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/19/golput-dan-krisis-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>canaprasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaislamonline.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Ancaman Abdurrahman Wahid untuk menyerukan golput jadi perbincangan yang panas di kalangan politisi. Muncul pertanyaan apakah seruan Ketua Dewan Syuro PKB itu akan diikuti oleh masyarakat atau tidak. Namun yang jelas, baik ada seruan atau potensi golput memang sudah tinggi. Data Kompas menunjukkan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 1999 mencapai 92,74 persen. Pada pemilu legislatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaislamonline.wordpress.com&amp;blog=3920315&amp;post=4&amp;subd=duniaislamonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-4"></span>Ancaman Abdurrahman Wahid untuk menyerukan golput jadi perbincangan yang panas di kalangan politisi. Muncul pertanyaan apakah seruan Ketua Dewan Syuro PKB itu akan diikuti oleh masyarakat atau tidak. Namun yang jelas, baik ada seruan atau potensi golput memang sudah tinggi. Data Kompas menunjukkan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 1999 mencapai 92,74 persen. Pada pemilu legislatif tahun 2004 tingkat partisipasi turun menjadi 84,07 persen. Adapun tingkat partisipasi pada Pemilu Presiden 2004 di putaran I dan putaran II masing- masing sebesar 78,23 persen dan 77,44 persen. (Kompas; 17/06/2008)</p>
<p>Rendahnya partisipasi politik masyarakat juga tercermin dari ‘menang’nya golput di beberapa pilkada seperti di Jawa Barat dan Sumatra Utara. Masyarakat pun semakin hilang kepercayaan kepada partai politik yang ada. Beberapa lembaga survey membuktikan hal itu.</p>
<p>Rendahnya partisipasi politik ini bisa dimengerti. Masyarakat tampaknya kecewa terhadap partai politik dan aktivitas politik lainnya. Menurut Saiful Mujani, Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia, Kondisi ini terjadi karena hasil pemilu dan kegiatan politik lainnya dirasakan semakin jauh dari ekspektasi publik. (Kompas; 17/6/2008)</p>
<p>Wajar pula dalam kondisi politik Indonesia membuat banyak pihak mempertanyakan kelayakan sistem demokrasi. Apakah memang sistem yang baik bagi mereka? Kenapa sistem ini tidak mensejahterakan mereka? Klaim demokrasi, suara rakyat adalah suara Tuhan, sepertinya hanya mimpi. Tadinya rakyat berharap banyak dengan dipilihnya presiden secara langsung, kepala negara terpilih akan lebih memihak kepada rakyat. Kenyataannya malah sebaliknya. Kebijakan pemerintah justru lebih pro kepada kelompok bisnis, perusahaan asing, dibanding untuk kepentingan rakyat.</p>
<p>Kenaikan BBM lebih dari 100 % tahun 2005 yang kemudian dinaikkan lagi sekitar 28,7 % tahun ini mencerminkan hal ini. Padahal sudah jelas, kenaikan BBM ini menyebabkan penderitaan masyarakat semakin berat. Mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan yang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan privatisasi pemerintah, semakin membuat rakyat kecewa.</p>
<p>Ironisnya, pemerintah lebih memilih tunduk kepada Asing daripada berpihak pada rakyat. Usulan mengambil alih perusahan tambang emas, minyak, batu baru dari swasta dan perusahan asing justru ditolak. Padahal, kalaulah kekayaan alam milik rakyat ini dikelola secara baik oleh pemerintah akan menjadi sumber pendapatan negara yang luar biasa banyak. Katanya butuh dana, tapi blok Cepu yang kaya malah dijual kepada asing.</p>
<p>Usulan untuk menunda pembayaran utang juga ditolak, tanpa alasan yang jelas. Sepertinya pemerintah lebih mementingkan menjaga ‘<em>image</em>‘ sebagai ‘<em>goodboy</em>‘ di depan negara–negara donor kapitalis. Dibanding, menjadi penguasa yang baik untuk rakyatnya.</p>
<p>Partai-partai politik juga tidak jauh beda. Mereka yang dipilih oleh rakyat, logikanya tentu saja harus memihak rakyat. Kenyataannya tidaklah begitu. Justru lewat proses demokrasi, DPR mengeluarkan UU yang lebih berpihak kepada kelompok bisnis bermodal besar terutama penguasa asing. UU Migas, UU Sumber Daya Air, UU Kelistrikan, UU Penanaman Modal, semuanya berpihak pada asing. Dan itu secara resmi dan legal disahkan oleh partai-partai politik di DPR.</p>
<p>Memang ada partai politik yang sepertinya kritis. Tapi lebih sering sekedar retorika atau cuap-cuap politik. Bisa disebut tidak ada yang benar-benar ‘<em>full power</em>‘ melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Tampak dari mandulnya partai-partai politik membendung kenaikan BBM dan impor beras. Yang diperdebatkan malah masalah-masalah teknis interpelasi atau angket. Belum lagi cacat politik partai kritis, yang di saat memerintah, kebijakannya sama saja, sama-sama neo-liberal. Contohnya aset negara juga dijual dengan murah.</p>
<p>Kemuakan masyarakat terhadap partai politik semakin bertambah-tambah. Rakyat melihat di depan mata mereka, bagaimana para politisi ini lebih disibukkan oleh suap menyuap, uang pelicin, yang istilah kerennya uang gratifikasi. Alih-alih mengurus rakyat, sebagian politisi partai politik malah disibukkan skandal seks yang memalukan. Lagi-lagi logika, wakil rakyat yang dipilih rakyat akan berpihak kepada rakyat runtuh.</p>
<p>Memang sistem demokrasi secara natural akan membentuk negara korporasi. Pilar negara korporasi ini adalah elit politik dan kelompok bisnis. Kelompok bisnis mem-<em>backup </em>politisi dengan dana, maklum saja biaya politik demokrasi memang mahal. Setelah terpilih sang politisi terpaksa balas budi, membuat kebijakan untuk kepentingan kelompok bisnis. Lagi-lagi kepentingan rakyat disingkirkan.</p>
<p>Kembali kepada syariah Islam, jelas merupakan pilihan yang terbaik saat ini. Berdasarkan syariah Islam, Kholifah sebagai kepala negara dipilih oleh rakyat untuk menjalankan syariah Islam. Berdasarkan syariah Islam, negara harus menjamin kesejahteraan masyarakat, menjamin kebutuhan pokok tiap individu masyarakat. Syariah Islam juga mewajibkan Kholifah untuk menjamin pendidikan dan kesehatan rakyatnya secara gratis.</p>
<p>Pemilikan umum (<em>al milkiyah al ‘ammah</em>) yang merupakan milik rakyat akan dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat. Tambang emas, minyak, batu bara, hutan adalah milik umum yang harus dikelola secara baik dan hasilnya diserahkan kepada rakyat. Air dan listrik adalah milik umum, yang tidak boleh diswastanisasi yang berakibat harganya menjadi mahal. Air dan listrik dikelola dengan baik oleh negara untuk dikonsumsi dengan murah oleh rakyat.</p>
<p>Sistem Khilafah akan menerapkan syariah Islam yang <em>rahmatan lil alamin</em>. Syariah merupakan aturan hidup yang bersumber dari Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang kalau diterapkan pastilah akan memberikan kebaikan kepada manusia. Tidak seperti hukum dalam sistem demokrasi yang lebih berpihak kepada segelintir minoritas pemilik modal. <strong>(Farid Wadjdi)</strong></p>
<p>Diposting Cana Prasetya SH DI: http://hizbut-tahrir.or.id/</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaislamonline.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaislamonline.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaislamonline.wordpress.com&amp;blog=3920315&amp;post=4&amp;subd=duniaislamonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/19/golput-dan-krisis-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38c1ec74b7517337e1226098f1b589a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">cana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA TENTANG SKB AHMADIYAH</title>
		<link>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/19/pernyataan-hizbut-tahrir-indonesia-tentang-skb-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/19/pernyataan-hizbut-tahrir-indonesia-tentang-skb-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>canaprasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaislamonline.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Nomor : 135/PU/E/06/08    Jakarta,    12 Juni  2008 M PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA “SKB AHMADIYAH” Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung tentang Ahmadiyah. SKB yang dikeluarkan pada tanggal 9 Juni 2008 itu intinya berisi peringatan dan perintah kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaislamonline.wordpress.com&amp;blog=3920315&amp;post=3&amp;subd=duniaislamonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<div class="entry">
<p style="text-align:center;"><span id="more-3"></span><img style="vertical-align:top;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/header-kantor-jubir.jpg" alt="Header Kantor Jubir" width="500" height="130" /></p>
<p style="text-align:center;">Nomor : 135/PU/E/06/08    Jakarta,    12 Juni  2008 M</p>
<p style="text-align:center;font-size:18px;">PERNYATAAN<br />
HIZBUT TAHRIR INDONESIA<br />
<strong>“SKB AHMADIYAH”</strong></p>
<p style="text-align:center;font-size:18px;">
<p style="text-align:left;">Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung tentang Ahmadiyah. SKB yang dikeluarkan pada tanggal 9 Juni 2008 itu intinya berisi peringatan dan perintah kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW. Dan bila melanggar akan dikenai sanksi sesuai ketentuan, termasuk organisasi dan badan hukumnya. SKB juga memberikan peringatan dan perintah kepada warga masyarakat secara umum untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta tidak melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Ahmadiyah. Tidak lupa SKB juga memerintahkan kepada aparat dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan SKB tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">Berkenaan dengan terbitnya SKB tentang Ahmadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:</p>
<ol>
<li>Terbitnya SKB tersebut sebagai langkah maju dalam penyelesaian soal Ahmadiyah setelah sekian lama pemerintah tidak mengambil sikap. Terbitnya SKB tersebut sekaligus juga menunjukkan bahwa JAI memang telah menyimpang dari Islam.</li>
<li>Akan tetapi, SKB itu belumlah menyentuh penyelesaian mendasar dari substansi persoalan, dimana inti persoalan dari Ahmadiyah adalah pada fakta bahwa Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang nabi setelah Nabi Muhammad dan kitab Tadzkirah sebagai kitab wahyu suci (wahyun muqaddas).  Penyelesaian mendasar dari substansi persoalan tersebut tidak lain hanyalah ada dua alternatif. Pertama, meminta Ahmadiyah untuk ruju’ ilal haq atau kembali kepada jalan Islam yang benar dengan cara meninggalkan semua keyakinan, kepercayaan dan pemahaman serta kegiatan yang menyimpang tersebut. Atau Kedua,  menyatakan diri atau dinyatakan sebagai agama selain Islam bila Ahmadiyah bersikeras tidak mau meninggalkan semua perkara yang menyimpang itu.</li>
<li>Kesempatan untuk melakukan penyelesaian mendasar tadi sesungguhnya sudah diberikan kepada Ahmadiyah ketika pemerintah memberikan waktu 3 bulan untuk mewujudkan secara nyata 12 komitmen yang dinyatakan oleh pimpinan Ahmadiyah di hadapan Tim Pakem pada tanggal 15 Januari 2008 lalu. Tapi dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh Tim Pakem selama 3 bulan tersebut, Ahmadiyah tetap kokoh berpegang pada semua perkara yang menyimpang tadi. Oleh karena itu, berdasar fakta di atas, Ahmadiyah telah secara nyata dan sengaja terus melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang telah menegaskan la nabiyya ba’dii (tidak ada nabi setelah ku) dengan menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah nabi Muhammad. Juga telah secara nyata dan sengaja melakukan pengacak-acakan terhadap al Qur’an sebagaimana bisa dibaca dalam kitab Tadzkirah yang dianggap sebagai wahyu suci Ahmadiyah.</li>
<li>Penghinaan terhadap Nabi dan pengacak-acakan al Qur’an secara nyata dan sengaja tersebut jelas merupakan tindak kemungkaran yang sangat besar, yang membuat siapa saja yang melakukan menjadi murtad/kafir dan wajib dihukum. Oleh karena hal itu dilakukan oleh Ahmadiyah, maka Ahmadiyah wajib DIBUBARKAN karena hanya dengan cara itu, kemungkaran yang amat besar tersebut bisa dihentikan.</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">
<p><strong>Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia</strong></p>
<p><strong>Muhammad Ismail Yusanto</strong><br />
Hp: 0811119796  Email: Ismaily@telkom.net</p>
<p>Gedung Anakida Lantai 7<br />
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790<br />
Telp / Fax : (62-21) 8312111 Fax. (62-21) 8312111<br />
Website : http: www.hizbut-tahrir.or.id</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaislamonline.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaislamonline.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaislamonline.wordpress.com&amp;blog=3920315&amp;post=3&amp;subd=duniaislamonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/19/pernyataan-hizbut-tahrir-indonesia-tentang-skb-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38c1ec74b7517337e1226098f1b589a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">cana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/header-kantor-jubir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Header Kantor Jubir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/07/hello-world/</link>
		<comments>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 12:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>canaprasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaislamonline.wordpress.com&amp;blog=3920315&amp;post=1&amp;subd=duniaislamonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaislamonline.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaislamonline.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaislamonline.wordpress.com&amp;blog=3920315&amp;post=1&amp;subd=duniaislamonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaislamonline.wordpress.com/2008/06/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38c1ec74b7517337e1226098f1b589a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">cana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
